Jumat, 28 Desember 2012

komputer sebagai elemen dalam sistem informasi

komputer sebagai elemen dalam sistem informasi

Bentuk penyimpanan primer :
1. R.A.M (random access memory)
2. R.O.M (read only memory)
3.Cache Memory
penyimpanan primer mempunyai kapasitas yang terbatas maka diperlukan penyimpanan lainnya yang disebut "penyimpanan sekunder".

Alat-alat inputan :
1. keyboard
2. pointing device termasuk didalamnya mouse, track ball, touchscreen, light pen, dan remote control.
3. alat pembaca optis
4. alat pembaca magnetis
5. alat inputan pengenal suara.

Alat - alat output :
1. alat output tampilan yaitu monitor yang dapat digunakan komputer semua ukuran.
2. alat output cetakan berupa printer.
3. alat output suara, beberapa alat yang dapat merangkai outputan komputer bersuara melalui saluran komunikasi.
4. plotter digunakan khusus untuk grafik. serta seimbang pula dengan alat output lainnya.

selain itu juga ada beberapa software lainnya. mulai dari bentuk penyimpanan, alat input dan output adalah beberapa komponen yang sangat penting dari komputer. saling berhubungan satu sama lain.

Data dan informasi

 Data dan informasi
 
Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupunsuatu konsep.

Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.

Data bisa merupakan jam kerja bagi karyawan perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah menjadi informasi.

Jika jam kerja setiap karyawan kemudian dikalikan dengan nilai per-jam, maka akan dihasilkan suatu nilai tertentu. Jika gambaran penghasilan setiap karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan rekapitulasi gaji yang harus dibayar oleh perusahaan. Penggajian merupakan informasi bagi pemilik perusahaan. Informasi merupakan hasil proses dari data yang ada, atau bisa diartikan sebagai data yang mempunyai arti. Informasi akan membuka segala sesuatu yang belum diketahui 
 
http://flashnet.forumotion.com/t43-pengertian-data-dan-informasi

Peranan manajemen dalam pengelolaan manajemen informasi

Peranan manajemen dalam pengelolaan manajemen informasi

Sumber daya manajemen ada 2:

1. Sumber daya fisik : manusia,mesin,material,uang.
2. Sumber daya konseptual : informasi(termasuk data).

Peranan manajer mengelola sumber daya ini agar dapat digunakan secara efektif. Sebagai tindak lanjut dari peranan manajer maka perlu adanya usha penataan sumber daya termasuk didalamnya manajemen informasi yakni berupa:
> Sumber daya harus di susun sedemikian rupa sehingga setipa saat di perlukan dapat segera dimanfaatkan dan perlu dilakukan modifikasi.
> sumber daya harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
> sumber daya harus selalu diperbaharui.

- Keterampilan manajemen ada 2 :

keahlian komputer dan keahlian informasi. Di jaman yang sudah mengandalkan teknologi serba canggih ini,komputer adalah alat yang wajib bisa di kuasai.karena hampir semua perusahaan menggunakan komputer untuk menjalankan pekerjaan.

- Manajer dan sistem perusahaan

sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu,
contoh:
perusahaan manufaktur.setiap sistem memiliki batas-batas luar yang memisahkannya dari lingkungannya.tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen sistem yang sama,namun secara umum bisa di gambarkan terdiri dari sumber daya input(masukkan),proses transformasi dan sumberdaya output(keluaran).

Pentingnya Manajemen Informasi dalam Perusahaan

Pentingnya Manajemen Informasi dalam Perusahaan

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

1.PENGENALAN PADA MANJEMEN INFORMASI

pentingnya manajemen informasi dalam perusahaan disebabkan karena:
1.pengaruh ekonomi internasional.
2.persaingan dunia.
3.batas waktu yang singkat.
4.kendala-kendala sosial

Meningkatnya kekompleksan  tugas manajemen bisa di bilang akibat tuntan pekerjaan yang terus bertambah dan terus menuntut untuk jauh lebih baik.keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya sngat tergantung pada kemampuan orang yang mengelola organisasi tersebut .manajemen sebagai suatu metode yang mengatur,mengelola organisasi dpapt di arti kan sebagai seni melaksanakan sesuatu melalui orang,jika manajemen suatu organisasibai.Maka akan meningkatkan kemakmuran suatu negara.

Keberadaan alat untuk memecahkan persoalan dalam perusahaan itu sangat penting untuk memudahkan dalam pengerjaan pekerjaan.untuk memudahkan pekerjaan dibutuhkan alat seperti komputer.gagasan untuk menggunakan komputer sebagai sistem manajemen informasi merupakan suatu terobosan besar,karena menyadari bahwa para manajer membutuhkan informasi untuk pemecahan masalah.

1.2 Peranan manjer dalam pengelolaan manajemen informasi

Sumber daya manajemen ada 2:

  1. Sumber daya fisik : manusia,mesin,material,uang.
  2. Sumber daya konseptual : informasi(termasuk data).
Peranan manajer mengelola sumber daya ini agar dapat digunakan secara efektif. Sebagai tindak lanjut dari peranan manajer maka perlu adanya usha penataan sumber daya termasuk didalamnya manajemen informasi yakni berupa:
Sumber daya harus di susun sedemikian rupa sehingga setipa saat di perlukan dapat segera dimanfaatkan dan perlu dilakukan modifikasi.
sumber daya harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
sumber daya harus selalu diperbaharui.
Keterampilan manajemen ada 2 : keahlian komputer dan keahlian informasi.
Di jaman yang sudah mengandalkan teknologi serba canggih ini,komputer adalah alat yang wajib bisa di kuasai.karena hampir semua perusahaan menggunakan komputer untuk menjalankan pekerjaan.manajer dan sistem informasi,sistem adalah sekelompok elemen-elemen  yang saling berinteraksi  untuk mencapai tujuan tertentu,contoh:perusahaan manufaktur.setiap sistem memiliki batas-batas luar yang memisahkannya dari lingkungannya.tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen sistem yang sama,namun secara umum bisa di gambarkan terdiri dari sumber daya input(masukkan),proses transformasi dan sumberdaya output(keluaran).

1.3 Data dan informasi
Data dan informasi merupakan suatu sumberdaya yang utamasecara konseptual,yang keduanya pada umumnya merupakan hal yang saling berbeda.data terdiri dari fakta dan angka dari berbagai sumber dalam dunia nyata menyangkut entitas manusia,objek dan kejadian yang bisa bersifat kualitatif dan kuantitatif serta bersifat internal maupun eksternal.Informasi adalah data yang telah diolah sehingga punya arti bagi pemakai.Pengolah informasi mengubah data menjadi informasi dan merupakan salah satu elemen kunci dalam sistem konseptual.

1.4 Komputer sebagai elemen dalam sistem informasi
Komputer adalah elemen yang penting dalam sistem informasi untuk mengubah data yang sudah ada menjadi informasi bagi manajer dan pemakai informasi yang lain.

1.5 Evolusi sistem informasi berbasis komputer
 Fokus data (SIA/EDP)
Di dukung dengan munculnya punched card dan keydriven bookkeeping machines ,dan perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya .Aplikasi yang di gunakan sistem informasi akuntansi (SIA).
Fokus informasi (SIM)
Aplikasi komputer harus di terapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi.
Fokus pada pendukung keputusan (SPK)
Sistem informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus di pecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus di buat oleh manajer.
Fokus pada komunikasi (otomatisasi kantor)
Difokuskan pada otomatisasi kantor ,memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktifitas diantara para manajer dan pekerja melalui penggunaan alat-alat elektronik.
Fokus konsultasi (sistem pakar)
Sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran inferensi menyerupai seorang pakar dalam memcahkan masalah.

1.6 Upaya pencapaian sistem informasi berbasis komputer
Sistem informasi berbasis komputer berkembang melalui tahapan-tahapan,analisis,rancangan,penerapan, dan penggunaan.Tahapan-tahapan tersebut dinamakan siklus hidup sistem dan dapat dilakukan oleh pemakai sendiri atau pemakai bekerja sama dengan spesialis informasi.

sumber :: http://ariesgreen.wordpress.com/2010/01/05/sistem-informasi-manajemen/

Senin, 01 Oktober 2012

Sistem informasi manajemen

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA BANK DANAMON DIVISI LTS BANDUNG

.1. Definisi Sistem Informasi Manajemen
Dewasa ini, globalisasi telah menuntut sumber daya manusia untuk bekerja dengan efektif, efisien, dan terkendali melalui peningkatan sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi informasi yang efektif. Sistem Informasi Manajemen kini diperlukan perannya untuk menciptakan integrasi dibidang informasi dan operasi diantara berbagai pihakyang ada disuatu organisasi, baik lokal maupun global.
Namun sebenarnya apakah Sistem Informasi Manajemen itu sendiri? Untuk mengetahui definisinya, kita harus memadukan 3 definisi yaitu dari Sistem, Informasi dan Manajemen.
- Definisi Sistem
Menurut Azhar Susanto, sistem adalah kumpulan (group) dari sub sistem/komponen/bagian apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai tujuan tertentu.
- Definisi Informasi
Menurut Gordon Davis, informasi adalah data yang telah diolah kedalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mepunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan mendatang.
- Definisi Manajemen
Menurut Jerome Kanter, manajemen adalah selecting, training, dan motivating, yang diasumsikan sebagai bagian dari fungsi pengendalian untuk mengimplementasikan dan mengendalikan keputusan.
Dari ketiga pengertian diatas, dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud dengan Sistem Informasi Manajemen adalah kumpulan dari sub – sub sistem yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam proses pengambilan keputusan saat melaksanakan fungsinya. Untuk selanjtunya, Sistem Informasi Manajemen kita sebut dengan SIM. 1.2. Tujuan Umum SIM
Adapun tujuan umum dari SIM adalah sebagai berikut :
- Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
- Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
- Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
1.3. Ruang Lingkup SIM
Ruang lingkup dari SIM adalah :
- Analisa mengenai pelaksanaan organisasi yang diperbandingkan dengan informasi yang terlengkap mengenai saingan-saingan.
-Penggunaan peramalan ekonomis atau model ekonometrik untuk menetapkan kondisi organisasi yang serupa yang akan ditemukan pada masa yang akan datang.
- Penggunaan model-model input-output.
- Tanda-tanda yang lebih cepat mengenai perubahan-perubahan pelaksanaan dari rencana sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum penyimpangan hebat terjadi.
1.4. Fungsi SIM
Fungsi SIM antara lain :
- Mengumpulkan data, fakta, dan informasi.
- Mengolah data, fakta, dan informasi.
- Menyimpan data, fakta, dan informasi.
- Melihat kembali data, fakta, dan informasi.
- Menyalurkan data, fakta, dan informasi.
1.5. Komponen Pendukung SIM
- Sistem Database
Sistem database adalah sebuah bank data yang dapat dijangkau oleh sistem. Database memuat seluruh data perusahaan yang peranannya sangat penting bagi kelancaran organisasi, sehingga dibutuhkan suatu manajemen pengolahan yang baik.
- Decision Support System ( DSS )
Didefinisikan sebagai penerapan sistem informasi yang membantu aktivitas pengambilan keputusan. DSS cenderung digunakan dalam perencanaan untuk menganalisis alternatif serta pecarian pemecahan melalui salahsatu sistem yang ada.
- Information Resource Management ( IRM )
Merupakan cara pendekatan terhadap manajemen yang didasarkan atas konsep pemikiran bahwa informasi merupakan sebuah konsep organisatoris. Ruang lingkup IRM mencakup komunikasi data dan pemrosesan kata. Konsep IRM menekankan pada efektifitas organisatoris sumber sistem informasi daripada spesifikasi teknikal atau efesiensi perangkat keras dan lunak.
- User Machine System
Diartikan bahwa perancang sebuah sistem informasi manajemen harus memahami kemampuan manusia sebagai pengolah informasi dan perilaku manusia dalam pengambilan keputusan.
- Synergystic Organization
Merupakan sifat pengaturan kerjasama sehingga hasil produksi total dari seluruh anggota organisasi ( totalitas ) lebih besar daripada jumlah hasil anggota organisasi itu.
SIM dalam perusahaan sangat penting sekali dalam menunjang kinerja perusahaan, karena sebuah perusahaan yang mempunyai jaringan yang sangat luas membutuhkan data yang sangat cepat, inovatif dan akurat dalam menunjang operasional perusahaan. Namun dalam hal ini juga SIM dapat berfungsi bila ada sistem keuanganyang tentunya lengkap, memadai dan akurat. Sistem informasi manajemen perusahaan tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak ditunjang dengan sistem informasi masing-masing divisi misalnya sistem informasi operasional keuanganyang memegang peranan amat penting dalam perusahaan, terutama untuk institusi keuangan seperti bank.


Selasa, 22 Mei 2012

Analisis kasus klasifikasi gaya-gaya kepemimpinan.


Analisis kasus : klasifikasi gaya-gaya kepemimpinan.

Robby Djohan suatu Studi Kasus Karakteristik Kepemimpinan

Anda mungkin mengenal sosok Robby Djohan, salah satu dari sedikit pemimpin Indonesia yang sangat fenomenal di bidang ”turn around management”. Rasanya cepat sekali waktu berlalu, ketika Robby Djohan dengan gagah berani ”mengobrak-abrik” tatanan budaya BUMN yang telah berurat dan berakar dengan sangat lama lalu menjadikan perusahaan yang telah sakit menjadi perusahaan yang mencetak laba. Dan 10 tahun telah berlalu setelah proses “Mega Merger Bank Mandiri” dan prestasi beliau berikutnya dalam menerbangkan kembali Garuda Indonesia.

Dalam artikel ini, “cerita lama tapi baru” ini kembali ingin saya ceritakan dengan harapan agar para pembaca dapat meneladani apa yang telah menjadi legacy bagi Robby Djohan dalam bidang kepemimpinan.

Proses restrukturisasi, re-engineering, revitalisasi, merger-akuisisi, atau apapun namanya merupakan proses perubahan yang memerlukan waktu singkat dan sifatnya seperti reaksi berantai nuklir. Kadang kala ada proses restrukturisasi yang berhasil, dan tidak sedikit proses yang gagal dilakukan dan bahkan mengakibatkan perusahaan ditutup karena mengalami kebangkrutan. Untuk menjalankan proses tersebut, aspek terpenting dan sangat menentukan adalah kepemimpinan.

Apa yang menjadi karakteristik atau ciri khas dari kepemimpinan Robby Djohan? Kompetensi apa yang ia miliki sehingga dalam waktu yang cukup singkat perubahan dan pemulihan perusahaan terjadi? Tindakan-tindakan apa yang ia lakukan sehingga seluruh jajaran perusahaan yang ia pimpin melakukan langkah-langkah “restrukturisasi” akan dijelaskan secara terperinci.

Karakteristik 1: Keberanian

Keberanian adalah modal utama yang utama yang dimiliki beliau. Tanpa keberanian, beliau tidak akan mungkin membalikkan keadaan perusahaan yang ”under dog” melalui negosiasi dengan bankir luar negeri yang arogan, institusi keuangan sekelas IMF, supplier, politisi, legislatif atau bahkan tekanan dari ”orang-orang dalam” yang berkepentingan agar perubahan di perusahaan yang sedang beliau benahi menguntungkan mereka. Keberanian dalam memutuskan siapa-siapa saja yang dapat duduk di jajaran direksi, General Manager atau pejabat satu level di bawah direksi dengan proses seleksi yang menjunjung tinggi azas profesionalisme sehingga proses restrukturisasi dapat berjalan. Atau keberanian dalam memecah silo atau kotak-kotak struktural diantara karyawan yang dapat menghambat kemajuan dan percepatan pemulihan perusahaan.

Karakteristik 2, 3, & 4: Jujur, integritas dan keterusterangan

Jujur, integritas dan keterusterangan, adalah karakteristik lain yang beliau miliki. Tiga karakter ini sangat berkaitan: orang yang jujur sekaligus memiliki integritas akan mengatakan secara jelas apa yang ingin dia lakukan (clarity). Hal ini tercermin melalui tindakan-tindakan penyelamatan perusahaan yang langkah-langkahnya jelas, tegas, tanpa berbelok kesana-kemari. Dan keterusterangan, salah satu ciri khas beliau dalam menyampaikan pendapat dan pemikirannya tanpa basa-basi atau diplomasi yang berbelit-belit. Sehingga ketiga karakteristik yang saling melengkapi tersebut merupakan modal utama di dalam mengembalikan rasa ketidakpercayaan, ketidakpastian, ketidakmampuan jajarannya dalam situasi perusahaan yang mendekati collaps. Dan ketiga hal tersebutlah yang menggerakkan, merubah dan membalikkan situasi yang sangat tidak mungkin, menjadi mungkin terjadi.

Karakteristik 5, 6 & 7: Pengetahuan, Keahlian dan Pengalaman

Latar belakang beliau sebagai seorang bankir murni dan daya serap beliau yang sangat cepat untuk mempelajari hal-hal yang baru, menyebabkan beliau dalam waktu singkat dapat menyeimbangkan kondisi keuangan perusahaan yang sangat payah dengan tindakan operasional korektif yang cepat, dimana hal ini sangat berkorelasi dengan peningkatan efisiensi perusahaan. Akibatnya terdapat banyak pos-pos pengeluaran yang tidak produktif dipangkas; struktur organisasi yang lebar dan berlapis-lapis dirubah menjadi relatif lebih ”langsing” tanpa banyak birokrasi; menghapuskan kebiasaan buruk para jajaran secara revolusioner, hingga regenerasi karyawan yang tidak produktif melalui golden shake hand. Sehingga tidak heran balancing pada aspek keuangan dan aspek operational yang beliau lakukan berdampak sangat signifikan bagi peningkatan cash flow perusahaan.

Lalu apa yang memelihara kelangsungan proses perubahan tersebut? Kekuatannya adalah pada keterampilan manajerial kepemimpinan yang harus dimiliki, yakni pengawasan atau monitoring dan eksekusi keputusan yang cepat. Menjadi CEO bukan berarti memberikan delegasi sepenuhnya kepada direktur lainnya, General Manager atau orang-orang kepercayaannya untuk perubahan di dalam organisasi, sebaliknya beliau mencurahkan waktu dan pikirannya secara langsung dalam menyehatkan perusahaan yang sakit. Beliau terjun langsung ke lapangan dalam melakukan pengawasan, rela berkantor di lapangan yang tentunya memiliki fasilitas yang sangat sederhana bagi ukuran direktur pada saat itu, dan bahkan tidak segan-segan menegur/ mencopot langsung staff jika tidak perform.

Sebuah Tantangan bagi para Pimpinan

Secara umum, jaminan bahwa seseorang yang telah berada di puncak pimpinan (misalnya menjadi CEO) dikarenakan mereka memiliki kepemimpinan itu tidak sepenuhnya benar. Ada banyak sekali jabatan yang diisi oleh pimpinan yang tidak memberikan dampak apa-apa bagi perusahaan atau dengan kata lain tidak memiliki kompetensi kepemimpinan. Terdapat banyak pemimpin yang tidak mengetahui bahwa perusahaannya berada di ambang krisis masih tenang-tenang saja, atau mengetahui bahwa di tubuh perusahaannya ada banyak pelanggaran dan penyimpangan yang dilakukan anak buahnya namun tidak ditindak tegas. Sehingga para pemimpin harus terus belajar dalam ”memimpin”, bukan dalam hal ”menjabat”.

Lalu dari langkap-langkah yang telah diambil oleh Robby Djohan kemudian dipetik pelajaran bahwa menjadi pemimpin bukan berarti membuat jabatan saat ini menyebabkan adanya ”security” atau rasa aman karena hanya ”menjabat”, melainkan merubah, menumbuhkan, memberdayakan, meyakinkan dan tetap menggerakkan perusahaan ke arah yang lebih baik.
Tantangan yang dihadapi oleh para CEO sekarang selain operasional perusahaan sehari-hari adalah: mempertahankan kinerja perusahaan, menyelesaikan dan mencegah hal-hal yang melanggar etika di tubuh perusahaan melalui Good Governance di jajaran perusahaan, meningkatkan kinerja dan pengelolaan Sumber Daya Manusia, dan mengatasi berbagai permasalahan strategis lainnya. Pertanyaannya adalah: dapatkah para CEO, atau siapapun yang menjadi pimpinan saat ini meneladani Robby Djohan? Dan bagaimana dengan kompetensi yang dipunyai pemimpin penerus bagi generasi selanjutnya?


sumber : http://dheeneedaily.blogspot.com/2008/06/robby-djohan-suatu-studi-kasus.html

Rabu, 02 Mei 2012


A. Pengertian Organisasi Sosial
Organisasi sosial adalah suatu perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun tidak yang berfungsi sebagai saran partisifasi masyarakatdalam melaksanakan usaha kesejahteraan sosial sebagaimana dimaksud dalam undang-undang No. 6 tahun 1974 tentang ketentuan pokok kesejahteraan sosial.
B. Unsur-unsur Organisasi Sosial
Unsur-unsur organisasi sosial adalah sebagai berikut :
1. Kepengurusan
2. Peraturan/ ketentuan organisasi
3. Hubungan kerja
4. Tujuan
5. Sumber
6. Kualitas
C. Ciri-Ciri Organisasi Sosial
1. Keberhasilan dan kelangsungan hidup
Pada organisasi laba, makna keberhasilan usaha keberlangsungan hidup organisasi memberikan pelayanan terbaik (mutu tinggi dan murah) yang memuaskan konsumen atau pelanggannya. Mekipun hal ini juga ada benarnya pada organisasi sosial, namun tujuan memuaskan donatur tampaknya adalah hal yang lebih penting.
2. Permintaan selalu melebihi penawaran
Tampaknya hukum penawaran dasar adalah berbanding terbalik pada organisasi nirlaba. Jenis organisasi ini paling sering menghadapi jumlah permintaan klien jauh lebih banyak daripada apa yang bisa disediakan olehnya.
Menghadapi kondisis seperti ini, biasanya dilakuikan kembali peninjauan keputusan tentang siapa yang mesti dilayani lebih dulu dan kemana mengalokasikan sumber daya yang ada agar dicapai hasil lebih baik. Keadaan ini sering membuat suatu orsos memperlakukan oara pelayan antrian yang menimbulkan bekas arsip.
3. Penyebaran tanggung jawab
Pada organisasi laba, tanggungjawab atas semua pekerjaan sudah dirumuskan dengan jelas terlebih dahulu. Para pemilik dewan pengurus (komisaris) yang akan mengangkat seorang direktur pelaksana. Pada organisasi sosial/LSM, ini tidak mudah dilakukan.
Anggota dewan pengurus bukanlah organisasi. Beberapa anggota dewan pengurus sering memandang diri sebagai manager, sementara itu beberapa orang anggota staf dan sukarelawan juga sering menganggap diri mereka sebagai dewan pengurus. Disisni ditektur pelaksana mungkin memiliki wewenang terhadap beberapa orang staf, tetapi tidak pada yang lainnya
4. Sukerelawan
Kehadiran tenaga sukarelawan dalam Orsos merupakan salah satukekuatan, tetapi juga sekaligus juga permasalahan sendiri. Kekuatannya terletak pada motivasi dan dedikasi mereka yang umumnya sangat tinggi disamping biayanya murah. Permasalahan terletakpada adanya perasaan seolah-oalh mereka memang sukarelawan.
5. Motivasi
Kebanyakan Orsos/LSM memandang tinggi staf yang memang punya motivasi tinggi yang lebih didodorong oleh semangat pengabdian daripada keinginan untuk memperoleh imbalan yang cukup. Motivasi dan dedikasi yang tinggi ini juga menjadi frustasi bagi para manager Orsos/LSM.
6. Sistem tugas yang tidak jelas
Jarang sekali ada kejelasan dalam Orsos/LSM tentang metode , apa yang paling efektif dan efisien untuk pelayanan jasa mereka. Cara kerja mereka tidak jelas dan tidak menentu. Kalau suatu pekerjaan bisa lancar, susah menetapkan mengapa bisa terjadi demikan.
7. Lingkungan yang majemuk dan dinamis
Sususnan lingkungan kerja Orsos/LSM saat ini makin majemuk. . sedikit sekaliu yang benar mengetahui hal ini atau merasa mampu menghadapinya. Kebanyakan persoalan yang dihadapioleh orsos adalah bagaimana meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyarakat yang dibinanya, tetapi perubahan dapat yang terjadi di luar kendali mereka, secara terus menerus sering menghambatnya.
D. Tujuan Organisasi Sosial
Semua Organisasi sosial bertujuan untuk menanggulangi permasalahan kesejahteraan sosial dan kemanusiaan di Indonesia bersama dengan pemerintah dalam rangka melaksanakan usaha kesejahteraan sosial untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
E. Fungsi Organisasi Sosial
Organisasi sosial memiliki fungsi :
1. sebagai patner pemerintah yang menangani masalah kesejahteraan sosial secara dinamis dan bertanggung jawab brdasarka porinsip ’Swadaya, swadana, dan sebuah usaha
2. Sebagai motivator dan dinamisator serta dinamis partisifasi sosial masyarakat dalam melaksanakan usha kesejahteraan sosial.
F. Daur Hidup Organisasi Sosial
Tahap I. Pancaran (Orientasi)
1. Organisasi yang memiliki pandangan dan sikap yang samaberkumpul memecahkan masalah.
2. Bermimpi Indah
3. Sikap mengorbankan apa saja
Ancaman : gagasan berguguran
Perlu : tindakan nyata
Tahap II. Bayi
1. Organisasi mulailahir dan dibentuk
2. Semangat, dedikasi dan produksi tinggi
3. Belum ada kesiapan dana yang memadai
Ancaman : mati usia dini
Perlu : kegiatan
Tahap III. Kanak-kanak
1. Kesibukan dan semangat luar biasa
2. Anggaran dana mulai jelas
Ancaman : pendiri organisasi mulai was-was
Perlu : badan Pelaksana
Tahap IV. Remaja
1. Kegiatan mulai banyak
2. Aturan cara kerja disusun dan diorganisasikan (administrasi)
3. Prosedur dan mekanisme kerja mulai rapi dan teratur
Ancaman : Pengunduran diri karena kebebasan dan kreasi dikekang
Perlu : Pompa semangat bersama mendirikan organisasi
Tahap V. Dewasa
1. Mapan
2. Administrasinya semakin jelas dan teratur
3. Efisiensi
4. Menikmati hasil kerja (senang)
Ancaman : konflik kepantingan
Perlu : Disentralisasi reorganisasi
Tahap VI. Matang
1. Tercapai tujuan
2. Kondisi kegiatan semakin baik
3. Administrasi benar-benar efisien
Ancaman : rutinitas melemahkan kreativitas, gagasan
Perlu : suntikan dari luar
Tahap VII. Aristokrasi
1. Muncul sikap apatis
2. Gagasan nyaris hilang
3. Produktivitas kerja menurun
4. Tujuan dan rencana pengulangan
Ancaman : membayangkan dan membanggakan masa-masa jaya
Perlu : pengubahan dari luar
Tahap VIII. Birokrasi Awal
1. Kekakuan birokrasi
2. Suasana menjadi smakin resmi
3. Produktivitas, semangat, dan kretivitas menjadi rapuh
Ancaman : kejenuhan merajalela
Perlu : sinergisasi
sumber ;http://megasuryonop.blogspot.com/2012/04/daur-hidup-organisasi.html